Keinginan adalah kunci motivasi, tapi tekad dan komitmen itu pengejaran tanpa henti untuk sebuah tujuan yaitu komitmen menuju keunggulan yang akan memungkinkan Anda untuk mencapai keberhasilan yang Anda cari.

Translate

Tampilkan postingan dengan label Laporan PKL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laporan PKL. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Maret 2020

Laporan Praktik Kerja Lapangan S1 Teknik Informatika - KESIMPULAN DAN SARAN, DAFTAR PUSTAKA


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A.    KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa dengan adanya Multimedia Pembelajaran IPA dengan standar kompetensi “Memahami Cara Tumbuhan Hijau Membuat Makanan”. dapat membantu meningkatkan motivasi belajar dan memudahkan para pengguna atau user dalam pemahaman standar kompetensi “Memahami Cara Tumbuhan Hijau Membuat Makanan” sehingga diharapkan nantinya siswa-siswi SD Negeri Karang Mangu termotivasi untuk belajar dalam rangka meningkatkan nilai khususnya pada pelajaran IPA.

B.     SARAN


Seiring dengan berkembangnya teknologi, demikian juga perkembangan teknologi berbasis multimedia maka penulis memberi masukan bahwa untuk nantinya pembangunan multimedia pembelajaran ini tidak hanya mencakup lingkup standar kompetensi “Memahami Cara Tumbuhan Hijau Membuat Makanan tumbuhan hijau” saja, namun juga seluruh standar kompetensi agar tercipta sebuah model pembelajaran yang baru dan bermanfaat. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah Pengajar dalam menyampaikan materi IPA secara keseluruhan dan juga untuk meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari IPA.

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas, 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Dasar Mata Pelajaran IPA SD/MI. Depdiknas, Jakarta.
Depdiknas, 2007.  Panduan Pengembangan Multimedia Pembelajaran-Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Direktorat Jenderal Manjemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional. Depdiknas, Jakarta.
Priyanto,  2011.  Animasi Pendidikan menggunakan Flash. Informatika, Bandung.
Azmiyati Choiril, Wigati Hadi Omegawati, Rohana Kusumawati, 2008. IPA 5 Salingtemas.  PT Intan Pariwara, Klaten.
Surya Darma, Dadan dan Drs. Dedi M. Rachman, 2005. Intisari Sains untuk Sekolah Dasar 4,5,6. Pustaka Setia, Bandung.
Juhaeri, 2007.  Multimedia_Bagian1, http://IlmuKomputer.com diakses tanggal 2 Juni 2012.
Salim,A., 2003. Flash-4, http:// IlmuKomputer.com, diakses pada tanggal 2 Juni 2012.
Suyanto, 2003. Multimedia_Bagian1, http://IlmuKomputer.com, diakses tanggal  2 Juni 2012.
Istiyanto, 2006. Pengertian dan Manfaat Multimedia Pembelajaran, http://istiyanto.com/pengertian-dan-manfaat-multimedia-pembelajaran/ , diakses tanggal 2 Juni 2012.
Prima, 2008. Panduan Pengembangan Multimedia Pembelajaran, http://primatungkal.wordpress.com/2008/02/20/panduan-pengembangan-multimedia-pembelajaran/, diakses tanggal 2 Juni 2012.

Ellyana, Yetti. 2009, Pendekatan Kontektual Dalam Pelajaran IPA, http://pendekatan-kontekstual.blogspot.com/2009/08/ pendekatan-kontektual-dalam.html , diakses tanggal 3 Agustus 2012.

Baca Selanjutnya »

Laporan Praktik Kerja Lapangan - BAB III (Part III)


BAB III

METODE PRAKTIK KERJA LAPANGAN

A.      Analisis Kelemahan Sistem
1.    Analisis Dokumen    
Analisis kelemahan sistem dilakukan pada metode pengajaran yang masih menggunakan metode konvensional yaitu dengan menggunakan modul ajar berupa buku pegangan siswa yang diberikan pengajar kepada siswa yang kemudian diajarkan secara verbal di depan kelas.
Dokumen diperoleh dengan melakukan teknik wawancara dan observasi terhadap Guru Pengajar kelas 5 SD  yang mengampu materi pelajaran IPA antara lain buku pegangan yang disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku, serta Silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan.
Selanjutnya analisis dokumen dilakukan dengan menyeleksi terhadap dokumen yang akan dijadikan dasar untuk memecahkan masalah yang ada pada metode pengajaran materi Pelajaran IPA khususnya dalam Bab “Tumbuhan Hijau” dalam standar kompetensi “Memahami Cara Tumbuhan Hijau Membuat Makanan” dengan  kompetensi dasar “Mengidentifikasi Cara Tumbuhan Hijau Membuat Makanan (Fotosintesis)”.


2.    Analisis Teknologi    
Hasil wawancara dengan Guru pengajar pengampu materi pelajaran IPA diperoleh keterangan bahwa fasilitas teknologi yang digunakan oleh pengajar adalah sebuah komputer desktop dan sebuah LCD proyektor yang digunakan jika ada standar kompetensi pada pelajaran IPA yang memerlukan.
3.    Analisis Distribusi Pekerjaan         
            Analisis distribusi pekerjaan digunakan untuk mengetahui nama kegiatan yang dilakukan, nama personil yang melakukan pekerjaan serta waktu pertemuan yang dibutuhkan untuk mengajar materi pelajaran IPA dengan standar kompetensi “Memahami Cara Tumbuhan Hijau Membuat Makanan”. Hasil yang diperoleh kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan mengajar Pelajaran IPA dilakukan oleh Guru Kelas 5 SD dengan alokasi waktu efektif 2 X 45 menit dengan jumlah 2 kali pertemuan per minggu di kelas.
4.    Analisis Tingkat Kesalahan
Analisis tingkat kesalahan digunakan untuk mengetahui tingkat kesalahan yang dilakukan pada setiap kegiatan belajar mengajar. Hasil yang diperoleh pada setiap pertemuan belajar mengajar di kelas pada materi pelajaran IPA khususnya tentang fotosintesis tumbuhan hijau terjadi kesalahan yaitu siswa lebih cepat merasa bosan dengan materi yang diberikan. Hal ini disebabkan karena penyampaian materi yang dilakukan masih dengan metode konvensional tanpa menggunakan media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Kesalahan seperti ini menyebabkan kegiatan belajar mengajar menjadi kurang efektif karena perhatian siswa kurang tertarik kepada penyampaian materi. Pengajar bisa menghambat rasa bosan siswa dengan cara yang bervariasi misalnya saja mengajak siswa berdiskusi mengenai masalah tertentu atau memberi motivasi pada para siswa serta menggunakan media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Semakin handal berarti semakin sedikit kesalahan yang dilakukan dan sebaliknya, jika semakin banyak kesalahan maka bisa dikatakan kurang handal. Hal ini bisa dilihat dari waktu pertemuan untuk  pelajaran IPA dengan waktu total 2 X 45 menit dengan 2 jumlah pertemuan per minggu. Besar tingkat kesalahan yang dilakukan pada tiap pertemuan dapat dihitung dengan menggunakan aturan atau rumus sebagai berikut :
Text Box:

B.       Identifikasi Penyebab Masalah
1.    Identifikasi Penyebab Masalah
Identifikasi penyebab masalah dilakukan setelah melalui semua tahap analisis kelemahan sistem. Tujuan dari proses identifikasi penyebab masalah adalah untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh Guru pengajar pengampu materi pelajaran IPA dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar untuk kemudian dicari inti dari penyebab masalah tersebut.
Dari hasil analisis kelemahan sistem dapat diketahui masalah yang dihadapi oleh pengajar pengampu materi pelajaran IPA standar kompetensi “Memahami Cara Tumbuhan Hijau Membuat Makanan” adalah siswa ingin memiliki motivasi lebih untuk belajar Materi pelajaran IPA standar kompetensi “Memahami Cara Tumbuhan Hijau Membuat Makanan” disebabkan materi yang diberikan dengan metode konvensional yaitu pengajar menyampaikan materi di depan kelas belum menggunakan media pembelajaran yang lebih menarik sehingga suasana belajar menjadi terkesan monoton dan kurang interaktif.
2.    Identifikasi Alternatif Pemecahan Masalah
Berdasarkan penyebab masalah yang ada pada materi pelajaran IPA standar kompetensi “Memahami Cara Tumbuhan Hijau Membuat Makanan” yaitu belum tersedianya media pembelajaran yang bisa menambah motivasi belajar siswa, maka alternatif pemecahan masalah yaitu dengan membuat multimedia pembelajaran sebagai sarana mengajar pengajar materi pelajaran Materi pelajaran IPA standar kompetensi “Memahami Cara Tumbuhan Hijau Membuat Makanan”.
C.      Pembuatan Multimedia Pembelajaran
1.    Pembuatan Use Case
Pembuatan Multimedia Pembelajaran diawali dengan membuat use case. Use case ini menggambarkan hubungan antara pelaku dengan fungsi sistem. Dalam Use Case setiap pelaku (aktor) masing – masing memiliki keterkaitan dengan sistem. Use Case inilah yang membantu kita menyederhanakan visualisasi hubungan antara aktor dengan sistem.  Use case ini dilengkapi dengan Activity Diagram, Sequence Diagram, State Transition Diagram, dan storyboard.
2.    Pembuatan User Interface
a)        Pembuatan Halaman Pembuka
Halaman Pembuka dibuat sebagai interface awal sebelum user memasuki media belajar interaktif. Pada halaman pembuka akan ditampilkan animasi tulisan (berupa Splash Screen) ”Selamat Datang”dan “Multimedia Pembelajaran Tumbuhan Hijau” sebagai animasi awal sebelum user memasuki interface pembuka. Pada interface pembuka user akan disuguhi judul ”Apakah Kamu Akan Menggunakan Multimedia Ini?”, jika user memilih ”Ya” maka user akan memasuki multimedia pembelajaran dan dapat mulai menggunakannya, jika user memilih ”tidak” maka akan keluar dari interface pembuka ini.
b)        Pembuatan Homepage Multimedia Pembelajaran
Homepage mutimedia pembelajaran merupakan halaman antarmuka utama yang memuat menu, latar belakang, judul dan content  materi.
c)         Pembuatan Menu Multimedia Pembelajaran
Menu pada multimedia pembelajaran ini akan berisi content yang memuat materi pembelajaran. Menu ini berupa button atau tombol yang akan menampilkan content materi sesuai dengan judul menu atau submenu yang dipilih.
d)        Pembuatan Isi Content Menu Multimedia Pembelajaran
Content berisi materi pelajaran IPA yang sesuai dengan standar kompetensi “Memahami Cara Tumbuhan Hijau Membuat Makanan tumbuhan hijau”. Materi yang dituliskan pada multimedia pembelajaran didasarkan pada modul pegangan pengajar yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku dari Departemen Pendidikan Nasional didapatkan melalui proses observasi.
e)         Proses Publishing Multimedia Pembelajaran
Proses Publishing ini digunakan sebagai proses akhir penyelesaian sebuah file flash. Proses ini menghasilkan file .exe dan  file .swf


Baca Selanjutnya »

Kamis, 12 Maret 2020

Laporan Praktik Kerja Lapangan S1 Teknik Informatika - PENDAHULUAN


BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

  1. Tempat Praktik Kerja Lapangan
          Nama : SD Negeri Karang Mangu
          Alamat : Jl. Raya Baturraden Km. 14 Karang Mangu
          No. Telepon : ( 0281 ) 7621471
          Pelaksanaan    : 1 Mei 2012 – 1 juli 2012

2.      Keadaan Umum Lingkungan Praktik Kerja Lapangan

SD Negeri Karang Mangu adalah sekolah dasar negeri yang terletak di desa Karang Mangu kecamatan Baturraden kabupaten Banyumas. Sebagai salah satu sekolah dasar standar nasional dengan moto tiada hari tanpa prestasi dan dengan visi ”beriman, terdidik,unggul dalam mutu dan santun dalam perilaku” sekolah dasar ini membuktikan dedikasinya dengan segudang prestasi dari siswa-siswinya.
Dalam PKL ini penulis mendapati bahwa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah mata pelajaran yang penting karena merupakan salah satu mata pelajaran yang diambil nilainya sebagai syarat kelulusan. Oleh karenanya motivasi siswa dalam belajar IPA harus ditingkatkan agar nilai siswa cukup memuaskan.
Untuk sekolah dasar Mata pelajaran IPA diajarkan dari kelas 1 sampai kelas 6 SD dan dalam PKL ini penulis mengambil mata pelajaran IPA untuk kelas 5 SD. Pembelajaran mata pelajaran IPA masih dengan cara biasa yaitu hanya menggunakan modul bahan ajar saja. Untuk meningkatkan motivasi belajar maka penulis berkeinginan membuat sebuah Multimedia Pembelajaran agar mampu menarik minat siswa dalam belajar IPA secara jelas.
Keadaan umum di SD Negeri Karang Mangu ditinjau dari Sumber Daya Manusia mempunyai Guru Tetap dan  Tidak Tetap serta karyawan sejumlah 17 orang dan jumlah guru IPA kelas 5 yang merangkap wali kelas 5 sebanyak 2 (dua) orang.
3.      Tujuan dan Manfaat Praktik Kerja Lapangan
a)        Tujuan Praktik Kerja Lapangan

  • Melatih kerjasama dengan pihak luar baik individu, organisasi, kelompok maupun instansi dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di STMIK Widya Utama Purwokerto.
  • Memperoleh pengalaman kerja secara nyata serta mampu memecahkan masalah yang di hadapi oleh SD Negeri Karang Mangu. 
  • Mengetahui keadaan umum SD Negeri Karang Mangu dan mendapatkan informasi tentang media pembelajaran Mata pelajaran IPA kelas 5 SD.
b)        Manfaat Praktik Kerja Lapangan
Bagi mahasiswa dapat mempelajari lebih jauh dan menerapkan ilmu pengetahuan yang didapat dalam bangku kuliah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Widya Utama Purwokerto.
Mempelajari lebih jauh penggunaan design multimedia terutama multimedia pembelajaran, sebagai sarana belajar siswa dan sarana mengajar bagi guru.
Bagi SD Negeri Karang Mangu terutama guru pengajar IPA adalah mempermudah cara penyampaian materi dengan menggunakan multimedia pengenalan yang interaktif dan menarik bagi siswa jika dibandingkan dengan menggunakan manual book ataupun modul yang sudah biasa digunakan. Diharapkan Multimedia Pembelajaran ini nantinya mampu meggantikan posisi manual book atau modul belajar sebagai sarana mengajar pengajar Mata pelajaran.
B.       Kegiatan Praktik Kerja Lapangan
1.    Pelaksanaan Persiapan Praktik Kerja Lapangan, Orientasi Ke Lapangan, dan Konsultasi Ke Pembimbing
   Sebelum melaksanakan Praktik Kerja Lapangan terlebih dahulu dilakukan persiapan yang harus dilakukan oleh penulis, yaitu :
a)        Persiapan Praktik Kerja Lapangan
Aturan pendaftaran Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang pertama yaitu mahasiswa berkonsultasi dengan dosen Pembimbing Akademik (PA) mengenai rencana pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL), setelah konsultasi, mahasiswa mengisi formulir pendaftaran Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan menyerahkan pada Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan (BAAK). Kemudian mahasiswa mengambil surat pengantar permohonan Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk perusahaan atau instansi atau lembaga yang dibuat atas nama STMIK Widya Utama Purwokerto lalu menerima surat pengantar pengambilan data untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari STMIK Widya Utama Purwokerto yang ditandatangani oleh ketua STMIK Widya Utama Purwokerto yang akan diserahkan kepada instansi atau perusahaan atau lembaga yang akan dijadikan tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL). Mahasiswa memilih dosen Pembimbing I dan Pembimbing II yang disarankan oleh Progdi.


b)        Orientasi Ke Lapangan
Orientasi yang dilakukan adalah untuk melihat gambaran sistem secara umum yang berjalan di SD Negeri Karang Mangu, yaitu melihat struktur pada SD Negeri Karang Mangu. Struktur Organisasi baru di SD Negeri Karang Mangu adalah seperti tertera pada gambar berikut :
Gambar 1. Struktur Organisasi SD Negeri Karang Mangu

c)         Konsultasi Ke Pembimbing
Konsultasi ke pembimbing bertujuan untuk membahas mengenai solusi dari permasalahan yang ada di tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL) yakni di SD Negeri Karang Mangu. Mulai dari metode kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sampai dengan metode penulisan dan pembuatan laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Konsultasi tersebut membahas mengenai solusi dari permasalahan yang ada ditempat Praktik Kerja Lapangan (PKL) yaitu SD Negeri Karang Mangu khususnya mengenai kegiatan belajar mengajar mata pelajaran IPA kelas 5 dalam aspek tumbuhan hijau.
2.    Menyusun Rencana Kerja, Menetapkan Jenis Kegiatan, dan Jadwal Kerja
a.        Menyusun Rencana Kerja
1)             Analisis kelemahan system
2)             Identifikasi masalah
3)             Pembuatan Multimedia Pembelajaran
b.        Menetapkan Jenis Kegiatan
1)             Analisis Dokumen
2)             Analisis Laporan
3)             Analisis Teknologi
4)             Analisis Distribusi Pekerjaan ( waktu yang dibutuhkan )
5)             Analisis Keandalan ( tingkat kesalahan )
6)             Identifikasi Penyebab Masalah
7)             Identifikasi Alternatif Pemecahan Masalah
8)             Pembuatan Use case
9)             Pembuatan Multimedia Pembelajaran

c.         Jadwal Praktik Kerja Lapangan
Tabel 1. Jadwal Kegiatan.
Tanggal
Jenis Kegiatan
Keterangan
1 Juni 2011
-
Pengajuan izin PKL
3 Juni 2011
Wawancara
Untuk mendapatkan struktur organisasi dan job description
7 Juni 2011
Wawancara
Mendapatkan materi Microsoft Word Office
8 Juni 2011
Wawancara
Pemahaman tentang materi
10 Juni 2011
Observasi
Metode pengajaran
11 Juni 2011
Identifikasi Masalah
Masalah yang muncul ketika menggunakan Manual Book
14 Juni 2011
Identifikasi Masalah
Metode pengajaran menggunakan manual book dengan format file pdf

                     Tabel 2. Jadwal Pembuatan Multimedia Pembelajaran
Tanggal
Jenis File
Nama File
Keterangan
1 April 2012
Adobe Flash CS 4
Intro.fla
Pembuatan halaman pembuka sebelum halaman inti pembelajaran
5 April
2012
Adobe Flash CS 4
HalamanMenu .fla

Pembuatan halaman inti berisi materi – materi pembelajaran aspek menu bar.
17 April
2012
Adobe Flash CS 4
HalamanMateri.fla
Pembuatan Menu dan Submenu serta design layer dan background
18 April
2012
Adobe Flash CS 4
HalamanQuiz.fla
Mengisi content menu dan submenu dengan materi yang bersumber dari materi ajar
21 April
2012
Adobe Flash CS 4
HalamanMenu.swf
Publishing

3.    Menetapkan Metode Praktik Kerja Lapangan
a.    Analisis Kelemahan Sistem
1)        Analisis Dokumen
2)        Analisis Teknologi
3)        Analisis Distribusi Pekerjaan ( waktu yang dibutuhkan )
4)        Analisis Keandalan ( tingkat kesalahan )
b.   Identifikasi Masalah
1)        Identifikasi Penyebab Masalah
2)        Identifikasi alternatif Pemecahan Masalah
c.    Pembuatan Multimedia Pembelajaran
1)        Pembuatan Use Case
2)        Pembuatan User Interface
a)        Pembuatan Halaman Pembuka.
b)        Pembuatan Homepage Multimedia Pembelajaran.
c)         Pembuatan Menu Multimedia Pembelajaran.
d)        Pembuatan Isi Content Menu Multimedia Pembelajaran.
e)         Publishing Multimedia Pembelajaran.

Baca Selanjutnya »