Teknologi
Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk
memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai
cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang
relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi,
bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk
pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk
mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan
komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi
digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.
Peran
yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan
informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi,
rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi,
perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara
pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa
mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau
faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran.Perkembangan Teknologi
Informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai
dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan
ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik.
BAB II
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Sistem
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling
berhubungan. Berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk
menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
Suatu prosedur adalah suatu urutan-urutan operasi kerikal
(tulis-menulis). Biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih
departemen yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari
transaksi-transaksi bisnis yang terjadi.
Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk
mencapai tujuan tertentu.
Informasi
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih
berguna dan berarti bagi yang menerimanya. Sumber informasi adalah data, data
adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian kesatuan nyata.
Manajemen
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan
pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya
organisasi seperti yang telah ditetapkan.
Manajmen dapat ditafsirkan sebagai bekerja dengan orang-orang untuk
menentukan, menginterpretasikan dan mencapai tujuan-tujuan oraganisasi dengan
pelaksanaan (planing), pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia
(staffing), pengarahan dan kepemimpinan (leading), pengawasan (controlling).
Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi,
bersifat menajeral dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan
pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen yang sering juga disebut MIS/SIM merupakan
penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung semua informasi-informasi
yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen.
BAB III
PENGOLAHAN DATA
1.Data
Data adalah berarti fakta-fakta atau bagian dari fakta yang dihubungkan
dengan kenyataan, simbol-simbol yang menunjukan suatu ide, obyek, kondisi atau
situasi, jelasnya data dapat berupa apa saja dan dapat ditemui dimana saja.
Data dapat digunakan sebagai bahan dasar yang obyektif (relatif) dalam proses
penyusunan kebijaksanaan dan pengambilan keputusan oleh seorang pimpinan.
2.Pengolahan
Data
Pengolahan data mengandung arti segala macam pengolahan terhadap data
atau kombinasi dari bermacam-macam pengolahan terhadap data untuk membuat data
itu berguna, sesuai dengan hasil yang diinginkan sehingga dapat segera dipakai.
3.Sistem
Pengolahan Data
Menurut J. Longkutay, 1990, sistem pengolahan data merupakan suatu
kesatuan pengolahan data yang saling berhubungan dan bekerja sama yang terdiri
antara lain peralatan, tenaga pelaksana, prosedur, dan data. Sehingga
pengolahan tersebut membentuk suatu sistem pengolahan data.
BAB IV
FUNGSI
MANAJEMEN
Manajemen
itu sendiri ada 5 fungsi , yaitu sbb :
1.Perencanaan
(Planning)
Perencanaan
merupakan usaha konkrit langkah-langkah yang harus ditempuh yang dasarnya telah
diletakan dalam strategi organisasi.
Rencana harus disertai oleh suatu rincian yang
cermat, artinya rencana tidak hanya mengandung jawaban terhadap pertanyaan apa,
dimana, bilaman, bagaimana, siapa dan mengapa, akan tetapi juga penjabarannya.
Contoh : peletakan tata ruang, metode kerja, sumber
dana dan alokasinya, target waktu, target hasil, standar mutu yang harus
dipenuhi,dan kriterian pengukuran hasil dari prestasi kerja.
2.Pengorganisasian
(Organizing)
Adalah keseluruhan proses pengelompokan orang-orang,
alat-alat, tugas-tugas serta wewenang dan tanggungjawab sedemikian rupa
sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakan sebagai suatu kesatuan
utuh dan bulat dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
3.Penyusunan
staf (Staffing)
Adalah menentukan keperluan-keperluan sumber daya
manusia, pengarahan, penyaringan, latihan dan pengembangan tenaga kerja.
4.Pengarahan
(Directing)
Adalah mengarahkan atau menyalurkan perilaku manusia
kea rah tujuan-tujuan tertentu.
5.Pengendalian
(Controlling)
Adalah mengukur pelaksanaan dengan tujuan-tujuan,
menentukan sebab-sebab, penyimpangan-penyimpangan dan mengambil
tindakan-tindakan korektif dimana perlu.
BAB V
TINGKATAN MENAJEMEN
Tingkatan-tingkatan
manajemen, yaitu sbb :
Manajemen Tingkat Atas (Top Level Management)
Top level manajemen dengan executive management dapat tediri dari:
Direktur utama (President), direktur (vice president) dan eksekutif
lainnya di fungsi-fungsi pemasaran, pembelian, teknik, produksi, keuangan &
akuntansi.
Kegiatan manajemen pada level ini adalah perencanaan strategi yang
meliputi : proses evaluasi lingkungan luar organisasi ( pengaruh dari
lingkungan luar dapat berupa kesempatan pasar, teknologi, tekanan-tekanan
politik, social), persaingan inflasi, produk baru, pasar baru.
Manajemen Tingkat Menengah(Middle Level
Management)
Middle Level Management dapat terdiri dari manajer-manajer divisidan manajer-manajer cabang. Middle Level
Management juga sering disebut dengan tactical level.
Kegiatan manajemen pada level ini adalah pengendalian
manajemen
Yaitu proses untuk meyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan
strategi yang telah diterapakan dengan efektif dan efisien. Merupakan tingkatan
taktik yaitu bagaimana manjemen tingkat menengah menjalankan taktik supaya
perencanaan strategi dapat dilakukan dengan berhasil. Taktik yang dijalankan
bersifat jangka pendek kurang /=1 tahun.
Manajemen Tingkat Bawah (Lower Level Management)
Lower Level Management disebut juga dengan operating management dapat
meliputi : mandor, pengawas, LLM ( technical level ).
Kegiatan manejemen pada level ini adalah pengendalian operasi yaitu
proses untuk meyakinkan bahwa tiap-tiap tugas tertentu telah dilaksanakan
secara efektif dan efisien. Pengendalian operasi merupakan proses penerapan
program yang telah ditetapkan di pengendalian manajemen. Pengendalian operasi
dilakukan dibawah pedoman proses pengendalian manajemen dan difokuskan pada
tugas-tugas tingkat bawah.
BABVI
OFFICE AUTOMATION
Automatisasi Perkantoran
merupakan kaitan berbagai komponen dalam menangani informasi; mulai dari input
hingga distribusi dengan memanfaatkan bantuan teknologi secara optimal dan
campur tangan manusia secara minimal. Dengan demikian akan membuat informasi
menjadi lebih mudah dan murah digunakan, dipindahkan, dan dirawat. Pada
akhirnya dapat meletakkan landasan yang kuat untuk integrasi informasi sehingga
perusahaan mampu berkompetisi lebih baik (competitive advantage).
•Otomatisasi dimulai di pabrik
–Numerical control (NC)
–Direct numerical control (DNC)
–CAD/CAM
–Robotics
•Otomatisasi kantor (Office automation= OA) dimulai
oleh IBM di tahun 1960-an
–Word processing
–Magnetic Tape/Selectric Typewriter
•Sistem otomatisasi kantor dicirikan oleh komunikasi
a)Keuntungan
OA
1.Mengurangi
biaya fasilitas
2.Mengurangi
biaya peralatan
3.Jaringan
komunikasi formal
4.Mengurangi
work stoppages
5.Kontribusi
sosial
-Mereka yang tidak dapat meninggalkan rumah dapat
tetap bekerja dengan cara baru.
b)Kekurangan
OA
1.Mengurangi
biaya fasilitas
2.Mengurangi
biaya peralatan
3.Jaringan
komunikasi formal
4.Mengurangi
work stoppages
5.Kontribusi
sosial
-Mereka
yang tidak dapat meninggalkan rumah dapat tetap bekerja dengan cara baru.
c)Contoh
Aplikasi OA
1.Word
processing
2.Electronic
and voice mail
3.Computer
calendaring
4.Audio
conferencing
5.Video
conferencing
6.Computer
conferencing
7.FAX
8.Videotex
9.Imaging
10.Desktop
publishing
BAB VII
PENUTUP
KESIMPULAN
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Sistem informasi manajemen yang sering juga disebut MIS/SIM merupakan
penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung semua
informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen.
DATA
Data adalah berarti fakta-fakta atau bagian dari fakta yang dihubungkan
dengan kenyataan, simbol-simbol yang menunjukan suatu ide, obyek, kondisi atau
situasi, jelasnya data dapat berupa apa saja dan dapat ditemui dimana saja.
Fungsi Manajemen
a)Perencanaan
(Planning)
b)Pengorganisasian
(Organizing)
c)Penyusunan
staf (Staffing)
d)Pengarahan
(Directing)
e)Pengendalian
(Controlling)
Tingkatan Menajemen
a)Manajemen
Tingkat Atas (Top Level Management)
b)Manajemen
Tingkat Menengah(Middle Level Management)
c)Manajemen
Tingkat Bawah (Lower Level Management)
OA
Automatisasi Perkantoran merupakan kaitan berbagai komponen dalam
menangani informasi; mulai dari input hingga distribusi dengan memanfaatkan
bantuan teknologi secara optimal dan campur tangan manusia secara minimal.
Dengan demikian akan membuat informasi menjadi lebih mudah dan murah digunakan,
dipindahkan, dan dirawat. Pada akhirnya dapat meletakkan landasan yang kuat
untuk integrasi informasi sehingga perusahaan mampu berkompetisi lebih baik (competitive
advantage).
1.Coba jelaskan
pengertian dibawah ini dan berikan contoh
a.Multiprogramming system
b.Multitasking
c.Multiprocessing
d.Real time system
2.Berikan penjelasan
mengenai perbedaan sistem operasi untuk sistem paralel, sistem terpusat dan
terdistribusi! Berikan contoh
3.Jelaskan cara
kerja sistem batch secara lengkap!
JAWAB
1.
a.Multiprograming
system adalah sistem yang melayani banyak program yang tidak ada hubungannya
satu sama lain dan dijalankan sekaligus dalam satu komputer yang sama
b.Multitasking
adalah sebuah sistem dimana banyak pekerjaan atau dikenal juga sebagai proses
diolah dengan menggunakan sumberdaya CPU yang sama.
Multiprocessing
Adalah suatu sistem yg memiliki lebih dari 1 CPU (processor).
Realtime system adalah sistem yang digunakan jika sistem operasi memerlukan
ketepatan waktu dari processor atau aturan data, sering digunakan sebagai
pengontrol terhadap aplikasi-aplikasi tertentu
Sistem paralel
adalah sistem yang mempunyai lebih dari satu prosessor yang dapat
berkomunikasi, membagi bus, clock dan juga perangkat memory
dan peripheral. Sistem ini disebut sebagai tightly coupled system. Contoh
: sistem UNIX versi Encore’s untuk komputer Multimax Komputer dapat
dikonfigurasikan untuk menangani satu lusin prosessor, semua menjalankan
UNIX.
Sistem operasi terpusat adalah sistem operasi yg dapat
menangani multiprocessor di mana semua processor menggunakan satu memori
utama. Contoh : Multiprocessing IMB System/370
Sistem operasi terdistribusi adalah sistem operasi yg
dapat menangani multiprocessor dimana masing-masing processor memiliki
memori utama sendiri. Contoh : pada Sistem
Windows sering terjadi membagi data atau transfer data antara display. Jika
beberapa site dihubungkan dengan lainnya dengan jaringan komunikasi,
prosessor pada site yang berbeda dapat menukar informasi. User melakukan
transfer file atau komunikasi dengan user lain melalui electronic mail.
Seorang user dapat mengirim mail ke user lain pada site yang sama atau
site yang berbeda.
Ada
dua cara dalam sistem batch:
1. Resident Monitor
a. Operator bertugas mengatur urutan job
b. Job-job yg sama cukup dicetak sekali
saja, cara inilah yg disebut “Batch system”
Teknik pengurutan job secara manual
begini akan menyebabkan tingginya waktu
menganggur CPU. Muncul teknik
pengurutan job otomatis yg mampu mentransfer secara otomatis dari suatu proses
ke proses lainnya.Program kecil dan bersifat residen dimemori serta berisi
urutan2 job yg akan berpindah secara otomatis, inilah “Resident Monitor”
2. Overlap Operasi antara I/O dg CPU
a.Off line
Processing, data yg dibaca dari card reader disimpan dulu dalam tape driver
sebelum dibawa ke CPU, demikian pula informasi yg mau dicetak, disimpan dulu di
tape
Tulis perintah DOS :
1. Pindah ke drive D:
2. Buat folder sistemoperasi1
3. Buat folder sistemoperasi2
4. Tampilkan isi drive D:
5. Tampilkan isi drive D:, berjejer kekanan
6. Tampilkan isi drive D:, perhalaman
7. Tampilkan isi drive D:, yg file hidden
8. Tampilkan isi drive D:, yg file system
9. Rubah nama folder sistemoperasi1 menjadi SO1
10. Copy semua file dari drive C: ke drive D:
11. Copy file dari C:\windows ke D:\SO1
12. Rubah nama file dari install.exe menjadi install.bat
13. Hapus folder sistemoperasi2
14. Tampilkan file berextention lnk didalam semua folder
15. Untuk mengetahui nama drive atau partisi
16. Melihat isi file config.txt
1.Jelaskan
mengapa sistem proteksi (OS) harus membedakan antara penggunaan yang sudah
diberi izin dan yang belum!
2.Jelaskan
jika user lain bisa menghapus folder punya kita apa berarti sistem proteksi
(OS) tidak berjalan dengan benar?
3.Jelaskan
mengapa memori utama hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan data yang
sementara bukan tetap?
4.Jelaskan
jika saya membuka beberapa aplikasi secara bersamaan dan komputer hang, apakah manajemen
proses (OS) tidak berjalan dengan benar?
Jawab :
1.Sistem
proteksi diperlukan khususnya bagi komputer yang digunakan lebih dari 1 orang,
dalam hal ini bisa dimisalkan apabila ada 2 pengguna, yang satu adalah owner
administrator maka user ini akan memiliki user account sendiri yang dilengkapi
dengan password sehingga hanya user tersebut yang bisa masuk ke akunnya dan
untuk user ke-2 bisa masuk tapi dengan subjek “Guest” user sehingga dia tidak
bisa masuk ke akun ke user ke-1.
2.Tidak
juga, karena kita yang memilih settingan account usernya apabila ternyata
account user kita tidak dilengkapi password tentu saja user yang lain bisa
masuk ke folder dimana file data kita disimpan dan menghapusnya namun
sebaliknya jika kita memilih proteksi dengan password tentu saja user lain
tidak bisa masuk ke folder kita dan data kita akan aman.
3.Karena
kapasitas dari memori utama dalam hal ini RAM kecil dengan kapasitas yang
kisaran dibawah 1 GB sd 8GB tergantung yang dipakai user hal ini hanya cukup
untuk menyimpan data sementara ketika menggunakan suatu software, dibandingkan
dengan kapasitas hardisk yang besar hal ini memungkinkan untuk menyimpan data
secara tetap.
4.Ya,
karena system spooling tidak berjalan dengan baik dan pembagian blok memori
tidak memadai yaitu memory RAM kekurangan dan minim. Ini juga sering dialami
para pengguna komputer yg tidar sadar bahwa kapasitas RAM sudah maksimum
terpakai, akibatnya komputer menjadi lambat dan kemudian “hang”
5.
Pilihan, Agar komputer bisa diinstal Windows Xp atau Vista
Jawab :
1.Restart komputer kemudian
tekanESC (hal
ini disesuaikan dengan vendor bios-nya ada yang F8/F11 dsb.)>
masuk bios > F10 > pilih System
configurasi > pilih boot
option > enter boot order
2.Restart komputer tekan ESCuntuk
masuk bios > F10 > pilih Security
> pilih administrator password
3.Restart komputer >
tekan ESC untuk masuk bios > F10 > pilih Main> pilih system time
(untuk mengganti waktu )> pilih system date
(untuk mengganti tanggal)
4.Restart komputer >
tekan ESC untuk masuk bios > F10 > pilih advance > pilih halt akan
muncul informasi temperatur prosesor
5.Restart komputer > tekan ESC untuk masuk bios
> F10 > pilih advance > pilih
sata configurasi > pilih IDE untuk menginstal windows XP > pilih AHCI
untuk menginstal windows VISTA
BIOS, singkatan dari Basic Input
Output System, dalam sistem komputer IBM PC atau kompatibelnya (komputer yang
berbasis keluarga prosesor Intel x86) merujuk kepada kumpulan rutin perangkat
lunak yang mampu melakukan hal-hal berikut:
1. Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras
(dalam proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST)
2. Memuat dan menjalankan sistem operasi
3. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu,
konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta
kestabilan komputer)
4. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan
perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
BIOS menyediakan antarmuka
komunikasi tingkat rendah, dan dapat mengendalikan banyak jenis perangkat keras
(seperti keyboard). Karena kedekatannya dengan perangkat keras, BIOS umumnya
dibuat dengan menggunakan bahasa rakitan (assembly) yang digunakan oleh mesin
yang bersangkutan.
Istilah BIOS pertama kali muncul dalam
sistem operasi CP/M, yang merupakan bagian dari CP/M yang dimuat pada saat
proses booting dimulai yang berhadapan secara langsung dengan perangkat keras
(beberapa mesin yang menjalankan CP/M memiliki boot loader sederhana dalam
ROM). Kebanyakan versi DOS memiliki sebuah berkas yang disebut
"IBMBIO.COM" (IBM PC-DOS) atau "IO.SYS" (MS-DOS) yang
berfungsi sama seperti halnya CP/M disk BIOS.
Kata BIOS juga dapat diartikan
sebagai "kehidupan" dalam tulisan Yunani (Βίος).
Komponen BIOS
Dalam BIOS, terdapat beberapa
komponen dasar, yakni sebagai berikut:
Contoh dari CMOS Setup (Phoenix
BIOS)
* Program BIOS Setup yang memungkinkan pengguna untuk mengubah
konfigurasi komputer (tipe harddisk, disk drive, manajemen daya listrik,
kinerja komputer, dll) sesuai keinginan. BIOS menyembunyikan detail-detail cara
pengaksesan perangkat keras yang cukup rumit apabila dilakukan secara langsung.
* Driver untuk perangkat-perangkat keras dasar, seperti video adapter,
perangkat input, prosesor, dan beberapa perangkat lainnya untuk sistem operasi
dasar 16-bit (dalam hal ini adalah keluarga DOS).
* Program bootstraper utama yang memungkinkan komputer dapat melakukan
proses booting ke dalam sistem operasi yang terpasang.
ROM dan NVRAM
BIOS juga sering disebut sebagai ROM BIOS karena pada awalnya BIOS
disimpan dalam chip memori hanya baca (ROM) dalam motherboard. Mengapa disimpan
di dalam ROM, adalah agar BIOS dapat dieksekusi pada waktu komputer dinyalakan,
tanpa harus menunggu untuk menyalakan perangkat media penyipanan terlebih
dahulu (yang memakan waktu lama). BIOS dalam komputer PC modern disimpan dalam
chip ROM yang dapat ditulisi ulang secara elektrik atau Flash ROM. Karena
itulah, sekarang sebutan Flash BIOS lebih populer dibandingkan dengan ROM
BIOS. Berikut ini adalah beberapa chip ROM yang digunakan sebagai tempat
penyimpanan BIOS.
EEPROM Writer atau software yang dapat menulisi Flash ROM
Ya, dengan menggunakan EEPROM Writer, atau langsung secara elektrik dari papan sirkuit dengan
menggunakan perangkat lunak Flash BIOS Programmer.
Flash BIOS
Tampilan yang dikeluarkan oleh BIOS saat NVRAM mengalami kerusakan atau saat baterai litium CR-2032 habis dayanya atau dicabut dari slotnya
Meskipun BIOS disimpan dalam memori hanya baca, konfigurasi BIOS tidak disimpan dalam
ROM, (hal ini disebabkan oleh sifat ROM yang statis) melainkan sebuah chip
terpisah yang disebut sebagai Real-time
clock (RTC), yang berupa sebuah Non-Volatile
Random Access Memory
(NVRAM). NVRAM juga sering disebut sebagai Complimentary
Metal-Oxide Random Access Memory
(CMOS RAM), karena menggunakan metode pembuatan CMOS. Karena menggunakan metode
pembuatan CMOS, NVRAM membutuhkan daya yang sangat kecil agar dapat bekerja.
Meskipun disebut non-volatile, NVRAM sebenarnya merupakan sebuah chip yang volatile, sehingga data yang tersimpan di
dalamnya dapat terhapus dengan mudah jika daya listrik yang menghidupinya terputus.
Oleh karena itu, NVRAM "dihidupi" oleh sebuah baterai (mirip baterai kalkulator atau jam) dengan bahan Litium dengan seri CR-2032. Sebuah baterai Litium
CR-2032 dapat menghidupi NVRAM selama tiga hingga lima tahun. Jika daya dalam
baterai habis, atau daya yang disuplainya terputus (akibat dicabut dari slotnya),
maka semua konfigurasi akan dikembalikan ke kondisi standar, sesuai ketika BIOS
tersebut diprogram oleh pabrikan. BIOS umumnya memberikan laporan CMOS
Checksum Error atau NVRAM Checksum Error.
=BIOS, singkatan dari Basic Input Output System, dalam sistem komputer IBM
PC atau kompatibelnya (komputer yang berbasis keluarga prosesor Intel x86)
merujuk kepada kumpulan rutin perangkat lunak yang mampu melakukan hal-hal
berikut:
1. Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras
(dalam proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST)
2. Memuat dan menjalankan sistem operasi
3. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu,
konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses
booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
4. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan
perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
BIOS menyediakan antarmuka komunikasi tingkat rendah, dan dapat
mengendalikan banyak jenis perangkat keras (seperti keyboard). Karena
kedekatannya dengan perangkat keras, BIOS umumnya dibuat dengan menggunakan
bahasa rakitan (assembly) yang digunakan oleh mesin yang bersangkutan.
Istilah BIOS pertama kali muncul dalam sistem operasi CP/M, yang merupakan
bagian dari CP/M yang dimuat pada saat proses booting dimulai yang berhadapan
secara langsung dengan perangkat keras (beberapa mesin yang menjalankan CP/M
memiliki boot loader sederhana dalam ROM). Kebanyakan versi DOS memiliki sebuah
berkas yang disebut "IBMBIO.COM" (IBM PC-DOS) atau "IO.SYS"
(MS-DOS) yang berfungsi sama seperti halnya CP/M disk BIOS.
Kata BIOS juga dapat diartikan sebagai "kehidupan" dalam tulisan
Yunani (Βίος).
Komponen BIOS
Dalam BIOS, terdapat beberapa
komponen dasar, yakni sebagai berikut: Contoh dari CMOS Setup (Phoenix BIOS)
* Program BIOS Setup yang memungkinkan pengguna untuk mengubah
konfigurasi komputer (tipe harddisk, disk drive, manajemen daya
listrik, kinerja komputer, dll) sesuai
keinginan. BIOS menyembunyikan detail-detail cara pengaksesan perangkat keras
yang
cukup rumit apabila dilakukan secara
langsung.
* Driver untuk perangkat-perangkat keras dasar, seperti video adapter,
perangkat input, prosesor, dan beberapa perangkat
lainnya untuk sistem operasi dasar 16-bit
(dalam hal ini adalah keluarga DOS).
·Program bootstraper
utama yang memungkinkan komputer dapat melakukan proses booting ke dalam sistem
operasi yang terpasang.
ROM dan NVRAM
BIOS juga
sering disebut sebagai ROM BIOS karena pada awalnya BIOS disimpan dalam chip memori
hanya baca (ROM) dalam motherboard. Mengapa disimpan di dalam ROM, adalah agar
BIOS dapat dieksekusi pada waktu komputer dinyalakan, tanpa harus menunggu
untuk menyalakan perangkat media penyipanan terlebih dahulu (yang memakan waktu
lama). BIOS dalam komputer PC modern disimpan dalam chip ROM yang dapat
ditulisi ulang secara elektrik atau Flash ROM. Karena itulah, sekarang sebutan
Flash BIOS lebih populer dibandingkan dengan ROM BIOS. Berikut ini adalah
beberapa chip ROM yang digunakan sebagai tempat penyimpanan BIOS. Tipe ROM Cara
penulisan Dapat dihapus Jenis BIOS Mask ROM Photolithography Tidak ROM BIOS
Programmable ROM (PROM) PROM Writer Tidak ROM BIOS Erasable PROM EPROM/PROM
Writer Ya, dengan menggunakan EPROM Rewriter atau menyinarinya dengan sinar
ultraviolet tepat pada lubang kuarsa bening. ROM BIOS Electricly EPROM
EEPROM/EPROM/PROM Writer Ya, dengan menggunakan EEPROM Rewriter, atau secara
langsung secara elektrik dari papan sirkuit dengan menggunakan perangkat lunak
EEPROM Programmer. ROM BIOS Flash ROM EEPROM Writer atau software yang dapat
menulisi Flash ROM Ya, dengan menggunakan EEPROM Writer, atau langsung secara
elektrik dari papan sirkuit dengan menggunakan perangkat lunak Flash BIOS
Programmer. Flash BIOS Tampilan yang dikeluarkan oleh BIOS saat NVRAM mengalami
kerusakan atau saat baterai litium CR-2032 habis dayanya atau dicabut dari
slotnya
Meskipun BIOS
disimpan dalam memori hanya baca, konfigurasi BIOS tidak disimpan dalam ROM,
(hal ini disebabkan oleh sifat ROM yang statis) melainkan sebuah chip terpisah
yang disebut sebagai Real-time clock (RTC), yang berupa sebuah Non-Volatile
Random Access Memory (NVRAM). NVRAM juga sering disebut sebagai Complimentary
Metal-Oxide Random Access Memory (CMOS RAM), karena menggunakan metode pembuatan
CMOS. Karena menggunakan metode pembuatan CMOS, NVRAM membutuhkan daya yang
sangat kecil agar dapat bekerja. Meskipun disebut non-volatile, NVRAM
sebenarnya merupakan sebuah chip yang volatile, sehingga data yang tersimpan di
dalamnya dapat terhapus dengan mudah jika daya listrik yang menghidupinya
terputus. Oleh karena itu, NVRAM "dihidupi" oleh sebuah baterai
(mirip baterai kalkulator atau jam) dengan bahan Litium dengan seri CR-2032.
Sebuah baterai Litium CR-2032 dapat menghidupi NVRAM selama tiga hingga lima
tahun. Jika daya dalam baterai habis, atau daya yang disuplainya terputus
(akibat dicabut dari slotnya), maka semua konfigurasi akan dikembalikan ke
kondisi standar, sesuai ketika BIOS tersebut diprogram oleh pabrikan. BIOS
umumnya memberikan laporan CMOS Checksum Error atau NVRAM Checksum Error.
[sunting] Update BIOS
BIOS
kadang-kadang juga disebut sebagai firmware karena merupakan sebuah perangkat
lunak yang disimpan dalam media penyimpanan yang bersifat hanya-baca. Hal ini
benar adanya, karena memang sebelum tahun 1995, BIOS selalu disimpan dalam
media penyimpanan yang tidak dapat diubah. Seiring dengan semakin kompleksnya
sebuah sistem komputer , maka BIOS pun kemudian disimpan dalam EEPROM atau
Flash memory yang dapat diubah oleh pengguna, sehingga dapat di-upgrade (untuk
mendukung prosesor yang baru muncul, adanya bug yang mengganggu kinerja atau
alasan lainnya). Meskipun demikian, proses update BIOS yang tidak benar (akibat
dieksekusi secara tidak benar atau ada hal yang mengganggu saat proses upgrade
dilaksanakan) dapat mengakibatkan motherboard mati mendadak, sehingga komputer
pun tidak dapat digunakan karena perangkat yang mampu melakukan proses booting
(BIOS) sudah tidak ada atau mengalami kerusakan.
Oleh karena
itu, untuk menghindari kerusakan (korupsi) terhadap BIOS, beberapa motherboard
memiliki BIOS cadangan . Selain itu, kebanyakan BIOS juga memiliki sebuah
region dalam EEPROM/Flash memory yang tidak dapat di-upgrade, yang disebut
sebagai "Boot Block". Boot block selalu dieksekusi pertama kali pada
saat komputer dinyalakan. Kode ini dapat melakukan verifikasi terhadap BIOS,
bahwa kode BIOS keseluruhan masih berada dalam keadaan baik-baik saja (dengan
menggunakan metode pengecekan kesalahan seperti checksum, CRC, hash dan
lainnya) sebelum mengeksekusi BIOS. Jika boot block mendeteksi bahwa BIOS
ternyata rusak, maka boot block akan meminta pengguna untuk melakukan
pemrograman BIOS kembali dengan menggunakan floppy disk yang berisi program
flash memory programmer dan image BIOS yang sama atau lebih baik. Pembuat
motherboard sering merilis update BIOS untuk menambah kemampuan produk mereka
atau menghilangkan beberapa bug yang mengganggu.
Masa depan BIOS
BIOS telah lama
digunakan dalam industri PC, yakni semenjak IBM PC dirilis pada tanggal 21
Agustus 1981. Karena BIOS masih berjalan pada modus real (real-mode) yang
lambat, maka para desainer PC bersepakat untuk mengganti BIOS dengan yang lebih
baik dari BIOS yaitu EFI (Extensible Firmware Interface) yang diturunkan dari
arsitektur IA-64 (Itanium).
Materi lain
BIOS, singkatan dari Basic Input Output System, dalam
sistem komputer IBM PC atau kompatibelnya (komputer yang berbasis keluarga
prosesor Intel x86) merujuk kepada kumpulan rutin perangkat lunak yang mampu
melakukan hal-hal berikut:
1. Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras
(dalam proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST)
2. Memuat dan menjalankan sistem operasi
3. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal,
waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja,
serta kestabilan komputer)
4. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan
perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
BIOS menyediakan antarmuka komunikasi tingkat rendah, dan
dapat mengendalikan banyak jenis perangkat keras (seperti keyboard). Karena
kedekatannya dengan perangkat keras, BIOS umumnya dibuat dengan menggunakan
bahasa rakitan (assembly) yang digunakan oleh mesin yang bersangkutan.
Istilah BIOS pertama kali muncul dalam sistem operasi CP/M, yang merupakan
bagian dari CP/M yang dimuat pada saat proses booting dimulai yang berhadapan
secara langsung dengan perangkat keras (beberapa mesin yang menjalankan CP/M
memiliki boot loader sederhana dalam ROM). Kebanyakan versi DOS memiliki sebuah
berkas yang disebut "IBMBIO.COM" (IBM PC-DOS) atau "IO.SYS"
(MS-DOS) yang berfungsi sama seperti halnya CP/M disk BIOS.
Kata BIOS juga dapat diartikan sebagai
"kehidupan" dalam tulisan Yunani (Βίος).
Komponen BIOS. Dalam BIOS, terdapat beberapa komponen dasar, yakni sebagai
berikut:
Contoh dari CMOS Setup (Phoenix BIOS)
Program BIOS Setup yang memungkinkan pengguna untuk mengubah konfigurasi
komputer (tipe harddisk, disk drive, manajemen daya listrik, kinerja komputer,
dll) sesuai keinginan. BIOS menyembunyikan detail-detail cara pengaksesan
perangkat keras yang cukup rumit apabila dilakukan secara langsung.
Driver untuk perangkat-perangkat keras dasar, seperti video adapter, perangkat
input, prosesor, dan beberapa perangkat lainnya untuk sistem operasi dasar
16-bit (dalam hal ini adalah keluarga DOS).
Program bootstraper utama yang memungkinkan komputer
dapat melakukan proses booting ke dalam sistem operasi yang terpasang.
ROM dan NVRAM
BIOS juga sering disebut sebagai ROM BIOS karena pada
awalnya BIOS disimpan dalam chip memori hanya baca (ROM) dalam motherboard.
Mengapa disimpan di dalam ROM, adalah agar BIOS dapat dieksekusi pada waktu
komputer dinyalakan, tanpa harus menunggu untuk menyalakan perangkat media
penyipanan terlebih dahulu (yang memakan waktu lama). BIOS dalam komputer PC
modern disimpan dalam chip ROM yang dapat ditulisi ulang secara elektrik atau
Flash ROM. Karena itulah, sekarang sebutan Flash BIOS lebih populer
dibandingkan dengan ROM BIOS. Berikut ini adalah beberapa chip ROM yang
digunakan sebagai tempat penyimpanan BIOS.
Meskipun BIOS disimpan dalam memori hanya baca,
konfigurasi BIOS tidak disimpan dalam ROM, (hal ini disebabkan oleh sifat ROM
yang statis) melainkan sebuah chip terpisah yang disebut sebagai Real-time
clock (RTC), yang berupa sebuah Non-Volatile Random Access Memory (NVRAM).
NVRAM juga sering disebut sebagai Complimentary Metal-Oxide Random Access
Memory (CMOS RAM), karena menggunakan metode pembuatan CMOS. Karena menggunakan
metode pembuatan CMOS, NVRAM membutuhkan daya yang sangat kecil agar dapat
bekerja. Meskipun disebut non-volatile, NVRAM sebenarnya merupakan sebuah chip
yang volatile, sehingga data yang tersimpan di dalamnya dapat terhapus dengan
mudah jika daya listrik yang menghidupinya terputus. Oleh karena itu, NVRAM
"dihidupi" oleh sebuah baterai (mirip baterai kalkulator atau jam)
dengan bahan Litium dengan seri CR-2032. Sebuah baterai Litium CR-2032 dapat
menghidupi NVRAM selama tiga hingga lima tahun. Jika daya dalam baterai habis,
atau daya yang disuplainya terputus (akibat dicabut dari slotnya), maka semua
konfigurasi akan dikembalikan ke kondisi standar, sesuai ketika BIOS tersebut
diprogram oleh pabrikan. BIOS umumnya memberikan laporan CMOS Checksum Error
atau NVRAM Checksum Error.
Pembuat BIOS
Saat ini, ada beberapa perusahaan penyedia BIOS, yakni
sebagai berikut:
Award Software, yang meluncurkan Award BIOS, Award Modular BIOS, dan Award
Medallion BIOS.
Phoenix Technologies, yang meluncurkan Phoenix BIOS, dan
setelah melakukan merjer dengan Award Software, meluncurkan Phoenix-Award BIOS.
American Megatrends Incorporated (AMI) yang merilis AMI
BIOS, dan AMI WinBIOS.
Microids Research
Para OEM (Original Equipment Manufacturer), seperti
Hewlett-Packard/Compaq, IBM/Lenovo, Dell Computer, dan OEM-OEM lainnya.
BIOS, kepanjangan dari Basic Input Output system. BIOS merupakan bagian
dari kode perusahaan komputer yang akan dijalankan waktu pertama kali PC
menyala, atau yang disebut dengan boot loader. Fungsi primer dari BIOS adalah
untuk mengidentifikasi dan menginisialisasi komponen hardware sistem computer,
seperti kartu grafis, harddisk, dan floppy disk, juga beberapa hardware lainnya.
BIOS berguna untuk menyiapkan mesin computer ke dalam
status kapabilitas computer yang normal, sehingga software lain yang disimpan
di berbagai media, dapat ditampilkan, dijalankan dan dapat dikontrol oleh PC.
Proses ini dinamakan booting atau booting up, atau yang sering dikenal dengan
nama bootstrapping.
Khusus untuk BIOS di PC yang sekelas IBM, maka BIOS dapat dikatakan sebuah
kode program yang ada di chip yang akan mendeteksi dan mengontrol berbagai alat
yang ada di PC x86. Selain itu, BIOS juga akan menyediakan kontrol untuk
beberapa peripheral computer, seperti keyboard, fungsi display 800x600 piksel
dan sebagainya. Sementara untuk Windows ME atau Windows 2000 atau di atasnya,
fungsi display monitor akan dikontrol langsung oleh tabel terpisah dan menjadi
pengganti fungsi monitor, lebih cepat dan lebih bisa diandalkan. Berbgai fungsi
BIOS disimpan di ROM yang ada di kontrol Windows versi awal, dan kemudian
sekarang BIOS hadir dengan Cmd.exe ataupun booting mesin ke verssi DOS.
istilah - istilah
Advanced BIOS. Suatu jenis BIOS khusus yang ditujukan untuk komputer IBM PS/2 yang
memungkinkan pengguna untuk menjalankan komputer di mode multitasking dan
menyediakan suatu lokasi tertentu di memori untuk program tertentu saja.
AMI BIOS Sebuah PC BIOS produksi American Megatrends, Inc. AMI
BIOS telah banyak digunakan pada PC desktop.
Kesalahan yang sering terjadi berdasarkan bunyi BIOS
Pesan kesalahan BIOS maupun Bunyi kesalahan BIOSbiasanya tidak semua Motherboard menandakan kesalahan yang sama tergantung
dari jenis BIOS nya.
[AMI BIOS]
Beep 1x :RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau Rusak, Beep 6x :
Kesalahan Gate A20 –Menunjukan Keyboard yang rusak atau IC
Gate A20-nya sendiri, Beep 8x :
Grapihic Card / VGA Card tidak terpasang dengan baik atau Rusak, Beep 11x :
Checksum Error, periksa Batre Bios, dan ganti dengan yang baru.
[AWARD BIOS]
Beep 1x Panjang :RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau
Rusak, Beep 1x Panjang 2x Pendek : Kerusakan Pada Graphic Card (VGA),
Periksa bisa juga Pemasangan pada slotnya tidak pas (kurang masuk), Beep
1x Panjang 3x Pendek : Keyboard rusak atau tidak terpasang. Beep Tidak terputus
/ bunyi terus menerus : RAM atau Graphic Card tidak terdeteksi.
Batrey CMOS Rusak / Lemah
Gejala :Muncul Pesan CMOS Checksum Vailure / Batrey Low, diakibatkan
tegangna yang men-supply IC CMOS/BIOS tidak normaldikarenakan batrey lemah, sehingga settingan BIOS kembali ke Default-nya/
setingan standar pabrik, dan konfigurasi Hardware harus di Set ulang.
Solusi :Segera Ganti Batreynya
Gejala :CPU yang sering Hang?
Solusi :Ada beberapa faktor terjadi hanging diantaranya : Ada BadSector di
Harddisk, Ada Virus, Ada masalah di Hardware seperti Memory Kotor/Rusak, MBoard
Kotor/Rusak, Cooling Fan perputaran fan nya sudah lemah, Power Supply tidak
stabil.....sebaikny a jangan dipaksakan untuk digunakan karena akan berakibat
lebih fatal, silahkan hub: kami untuk dapat mengatasi masalah tersebut
Gejala :Komputer sering tampil blue screen
apa penyebabnya?
Solusi :Pesan Blue Screen bisa disebabkan system windows ada yang rusak,
Bisa dariMemory, Bisa dari hardisk, bisa darikomponen lainnya, tergantung pesan blue screen yang ditampilkan.
Gejala :Komputer jadi lebih lambat darisebelumnya, padahal awalnya tidak begitu lambat.
Solusi :Penyebab komputer anda prosesnya lambat ada beberapa faktor yaitu :
Space hardisk terlalu penuh, terlalu banyak,
program /
software yang memakan space harddisk dan memory, ada virus, harddisk badsector.
Bila Windows adalah
wajah ramah yang ditampilkan proyek-proyek komputer kepada dunia, maka BIOS
adalah sisi gelap bawah sadar yang bertugas untuk berpikir. BIOS (Basic
Input/Output System) adalah kode untuk fungsi-fungsi fundamental PC, seperti
mengumpulkan ketukan tombol dari keyboard atau meletakkan pixel ke layar.
Program kecil ini
bekerja di balik layar, menterjemahkan perintah Windows yang people-friendly
menjadi angka nol dan satu yang hanya dimengerti oleh hardware Anda. Dan
sebagaimana alam bawah sadar manusia, BIOS bisa berpengaruh sangat kuat pada
tingkah laku dan kinerja PC Anda.
Terapi BIOS
Ketika teknologi baru
muncul dan bug tua ditemukan, para pembuat komputer sering menerbitkan versi
BIOS yang telah diupdate yang dapat mengatasi problem dan meningkatkan kinerja.
Periksa situs Web pembuat PC Anda mengenai update terbaru. Namun pertama-tama
pastikan Anda memiliki nomor versi terbaru BIOS; biasanya muncul sekilas di
monitor Anda tepat setelah Anda menyalakan sistem. (Tekan tombol Pause bila
kilasannya terlalu cepat.)
Mengupdate BIOS mudah,
tetapi Anda harus melakukannya dengan hati-hati. Biasanya Anda perlu
menjalankan program kecil dari floppy disk saja. Namun bila terjadi masalah,
Anda hanya bisa meratapi motherboard yang tidak bisa lagi Anda gunakan. Jadi
pastikan bahwa sebelumnya Anda telah membaca semua instruksi di file readme
BIOS update. Dan selalu lakukan persis seperti apa yang petunjuk-petunjuk itu
katakan.
Jika BIOS adalah bawah
sadar PC, maka utiliti Setup merupakan fondasi untuk membangun karakter PC.
Utiliti tersebut memiliki setting user untuk mengontrol harddisk, memori,
kartu-kartu grafis, power saving, port USB, dan hardware lain. Program tersebut
biasanya disertakan dalam disk, tetapi sekarang sudah tersimpan dalam chip ROM
yang sama dengan BIOS PC.
Untuk membuka Setup,
cukup tekan tombol (atau kombinasi tombol) yang disarankan kepada Anda untuk
dimasukkan ketika PC melakukan start up. Masing-masing pembuat BIOS menggunakan
tombol yang berbeda — Delete, F1, atau F10. Di layar Anda seharusnya
memperlihatkan tombol atau tombol-tombol mana yang perlu ditekan untuk Setup
tepat setelah layar menampilkan angka versi BIOS. Jika tidak, periksa
dokumentasi sistem Anda.
Karena utiliti Setup
dibuat oleh pembuat BIOS dan berada dalam chip yang sama dengan BIOS, ini
sering disebut utiliti BIOS Setup. Dan karena utiliti ini menyimpan settingnya
di chip clock/calendar — chip complementary metal-oxide semiconductor, atau
CMOS — maka sering pula disebut sebagai program Setup CMOS. (Chip CMOS memiliki
batere sendiri untuk memelihara setting chip sekalipun PC dimatikan.)
Utiliti Setup memiliki
setting hardware yang berlimpah, mulai dari yang terlihat nyata, seperti
setting waktu di clock PC, sampai yang tidak kelihatan, seperti jumlah “wait
states” yang mengkoordinasi aliran data antara RAM dan CPU.
Pertama, Jangan Merusak Ketika bekerja dengan utiliti Setup PC, gunakan
petunjuk praktis yang sama diajarkan pada awal bedah otak: Bila Anda tidak tahu
apa yang dilakukan sesuatu, jangan berurusan dengannya. Kecerobohan mengubah
wait state atau setting lainnya dapat menurunkan kinerja atau bahkan
menyebabkan sistem mengalami crash.
Jika Anda mengira Anda
telah tanpa sengaja mengubah setting ketika sedang bekerja dengan utiliti
Setup, segera berhenti dan mulailah dari awal lagi. Semua utiliti Setup
memiliki pilihan menu yang memungkinkan Anda keluar tanpa menyimpan perubahan.
Anda mungkin melihat pula pilihan untuk mengembalikan setting ke nilai
defaultnya. Abaikan opsi ini: Bila vendor PC Anda telah melakukan fine-tune
terhadap sistem, setting default si pembuat BIOS mungkin membuatnya menjadi
tidak optimal.
Backup setting-setting
Anda sebelum membuat perubahan. Bila batere yang menghidupi chip clock/calendar
mati, setting-setting Anda mati bersamanya. Bila utiliti Setup Anda mempunyai
opsi backup, gunakanlah. Jika tidak, catat setting di kertas — atau tekan key
Print Screen untuk masing-masing layar di utiliti tersebut (tetapi ini tidak
selalu berfungsi).
Apa yang Dicari Sebelum mulai, baca sampai selesai user manual yang
menyertai PC atau motherboard. Banyak manual menawarkan penjelasan singkat
masing-masing setting. Setting bervariasi menurut manufaktur dan model, namun
Anda seharusnya menemukan ini di hampir semua PC:
Optimalisasi dan
kompatibilitas setting: Utiliti Setup sering berisi setting-setting untuk
kinerja hardware. Kadang-kadang ini tidak diatur secara optimal di pabrik,
utamanya pada PC yang dibuat berdasar pesanan atau generik. Scan seluruh
program Setup. Setting modus AGP dan setting DMA merupakan kandidat utama untuk
dioptimalisasi. Setting-setting ini juga berguna untuk troubleshooting hardware
yang baru diinstall: Menonaktifkan atau menurunkan setting yang diberikan bisa
memicu ketidak-kompatibelan kartu grafis, CD-ROM drive, atau peranti lain yang
terjadi sebelumnya.
Setting harddisk: Anda
akan menemukan tabel, biasanya pada halaman kedua atau Advanced dan dengan
judul “IDE”, yang mendaftar semua parameter konfigurasi untuk EIDE harddisk
yang secara langsung terkoneksi ke motherboard. (SCSI harddisk dan EIDE
harddisk yang tidak punya kartu ekspansi akan menjalankan program
konfigurasinya sendiri.) Sementara kebanyakan PC yang dibuat selama beberapa
tahun terakhir dapat dengan mulus mendeteksi dan mengkonfigurasi harddisk baru,
sebagian memerlukan instalasi manual. Baca your dokumentasi disk baru Anda
mengenai prosedur tersebut dan gunakan opsi-opsi on-screen untuk membuat
perubahan di tabel ini.
Floppy disk: Opsi ini
memungkinkan Anda menyetel tipe floppy drive (3,5 inci, 1,44MB, sebagai contoh)
yang telah Anda tetapkan sebagai drive A: atau B: Anda. Ini merupakan setting
yang perlu diperiksa jika Anda mengalami problem floppy-drive. Sebagian utiliti
Setup mempunyai setting sekuriti `Floppy Read only` tersendiri yang mencegah
data Anda dituliskan ke floppy disk dan dihapus dari PC.
Urutan booting: Setting
ini menentukan mana yang pertama kali dilihat PC ketika instruksi boot-up.
Contoh: `A: kemudian C:`, `C: kemudian A:`, atau `C:, Zip drive`. Untuk booting
dari CD-ROM drive, Zip, atau LS-120, Anda sepertinya harus mengubah setting
ini.
Proteksi password: Bila
ini diaktifkan, BIOS akan menanyakan password sebelum booting up. Sangat
berhati-hatilah dengan yang satu ini: Bila melupakan password, Anda terpaksa
mereset jumper motherboard atau mencopot batere CMOS, yang akan menyebabkan
Anda kehilangan semua setting, atau Anda bahkan harus membeli motherboard baru.
Setting IRQ: Bila Anda
butuh setting IRQ ekstra untuk hardware baru, Anda perlu membebaskan satu IRQ
dengan menonaktifkan feature yang tidak digunakan, seperti port serial, port
paralel, atau port USB.
Setting port paralel:
Pilih modus yang paling cocok untuk hardware. Modus ECP atau EPP dapat sangat
mempercepat printer dan peranti lain.
Kipas RPM dan temperatur
CPU: Dua parameter kritis ini sebaiknya dicentang secara periodik untuk
memastikan mereka berfungsi dengan benar.
Bantuan Hardware Offline
Internet sangat bagus
untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan hardware, tetapi menyelidiki
situs-situs Web untuk mendapatkan nasihat yang bisa dipercaya cukup
menghabiskan waktu. Kadangkala cara tercepat untuk mendapat jawaban adalah cara
gaya kuno: dengan buku referensi yang baik. Di bawah ini adalah dua yang
terbaik.
Upgrading and Repairing
PCs ( www.upgradingandrepairingpcs.com) karya Scott Mueller (US$ 60) merupakan
buku klasik yang mencakup segala sesuatu yang Anda butuhkan tentang PC dan
hal-hal yang mungkin Anda tidak ketahui. Bila Anda mencari referensi
menyeluruh, keluasan dan kedalaman judul ini belum terkalahkan (
www.quepublishing.com).
PC Hardware in a
Nutshell ( www.oreilly.com/catalog/pchardnut2) oleh Barbara Fritchman Thompson
dan Robert Bruce Thompson (US$ 40) merupakan panduan praktis yang bagus untuk
membeli dan menggunakan PC. Dimuati dengan nasehat bergaya ringkas yang secara
jelas memberikan informasi yang Anda perlukan, tanpa Anda harus mencari-carinya
(www.oreilly.com).
Drive Kotor
Benah-benah di akhir
minggu meninggalkan lapisan debu yang menutupi seluruh kantor, dan Anda kuaatir
CD-RW drive Anda mungkin kotor. Bagaimana sebaiknya membersihkannya?
Mungkin sebaiknya tidak.
Gosokan paling halus sekalipun dapat menghambat laser sensitif pada drive, jadi
bila tidak rusak, jangan bersihkan. Bila kinerja menurun, atau bila drive Anda
tidak mampu membaca medianya, coba beberapa semprotan yang diarahkan dengan
baik dari kaleng semprotan udara — tersedia dengan harga kurang dari US$ 10 di
toko-toko komputer. Pastikan menggunakan sedotan plastik yang menyertai kaleng.
Dan jaga agar menyemprot pelan-pelan; desakan semprotan yang berlebihan dapat
menyebabkan kondensasi yang menumpuk uap lembab pada interior drive. Sebelum
menggunakan kit pembersih CD-RW seperti US$ 15 Drive Guardian buatan Kensington
( www.kensington.com/html/1080.html), carilah rekomendasi dari pembuat drive;
sebagian merekomendasikannya, tetapi yang lainnya tidak.
Menghentikan Program Tua
Beberapa program
software yang benar-benar tua hanya tidak sanggup berfungsi pada PC kecepatan
tinggi sekarang ini. Jika Anda memiliki program kuno yang mengunci atau
memunculkan pesan error setiap kali Anda hendak menjalankannya, cobalah
CPUKiller; utiliti gratis dan mudah digunakan, yang memungkinkan Anda
memperlambat PC sesedikit atau sebanyak Anda inginkan. Pergilah ke
www.cpukiller.com untuk mendownloadnya.
Troubleshooting
:
1 short beep
Normal POST -
system is ok
2 short beeps
POST Error -
error code shown on screen
No beep
Power supply or
system board problem
Continuous beep
Power supply,
system board, or keyboard problem
Repeating short
beeps
Power supply or
system board problem
1 long, 1 short
beep
System board
problem
1 long, 2 short
beeps
Display adapter
problem (MDA, CGA)
1 long, 3 short
beeps
Enhanced
Graphics Adapter (EGA)
3 long beeps
3270 keyboard
card
IBM POST
Diagnostic Code Descriptions
100
- 199
System
Board
200
- 299
Memory
300
- 399
Keyboard
400
- 499
Monochrome
Display
500
- 599
Color/Graphics
Display
600
- 699
Floppy-disk
drive and/or Adapter
700
- 799
Math
Coprocessor
900
- 999
ParallelPrinterPort
1000
- 1099
Alternate
Printer Adapter
1100
- 1299
Asynchronous
Communication Device, Adapter, or Port
1300
- 1399
GamePort
1400
- 1499
Color/Graphics
Printer
1500
- 1599
Synchronous
Communication Device, Adapter, or Port
One
beep is good! Everything is ok, that is if you see things on the screen.
If you don't see anything, check your monitor and video card first. Is
everything connected? If they seem fine, your motherboard has some bad
chips on it. First reset the SIMM's and reboot. If it does the same
thing, one of the memory chips on the motherboard are bad, and you most
likely need to get another motherboard since these chips are soldered
on.
2
Short Beeps
Your
computer has memory problems. First check video. If video is working,
you'll see an error message. If not, you have a parity error in your
first 64K of memory. First check your SIMM's. Reseat them and reboot. If
this doesn't do it, the memory chips may be bad. You can try switching
the first and second banks memory chips. First banks are the memory banks
that your CPU finds its first 64K of base memory in. You'll need to
consult your manual to see which bank is first. If all your memory tests
good, you probably need to buy another motherboard.
3
Short Beeps
Basically
the same thing as 2 beeps. Follow that diagnosis above.
4
Short Beeps
Basically
the same thing as 2 beeps. Follow that diagnosis above. It could also be
a bad timer
5
Short Beeps
Your
motherboard is complaining. Try reseating the memory and rebooting. If
that doesn't help, you should consider another motherboard. You could
probably get away with just replacing the CPU, but that's not too
cost-effective. Its just time to upgrade!
6
Short Beeps
The
chip on your motherboard that controls your keyboard (A20 gate) isn't
working. First try another keyboard. If it doesn't help, reseat the chip
that controls the keyboard, if it isn't soldered in. If it still beeps,
replace the chip if possible. Replace the motherboard if it is soldered
in.
7
Short Beeps
Your
CPU broke overnight. Its no good. Either replace the CPU, or buy another
motherboard.
8
Short Beeps
Your
video card isn't working. Make sure it is seated well in the bus. If it
still beeps, either the whole card is bad or the memory on it is. Best
bet is to install another video card.
9
Short Beeps
Your
BIOS is bad. Reseat or Replace the BIOS.
10
Short Beeps
Your
problem lies deep inside the CMOS. All chips associated with the CMOS
will likely have to be replaced. Your best bet is to get a new
motherboard.
11
Short Beeps
Your
problem is in the Cache Memory chips on the motherboard. Reseat or
Replace these chips.
1
Long, 3 Short Beeps
You've
probably just added memory to the motherboard since this is a
conventional or extended memory failure. Generally this is caused by a
memory chip that is not seated properly. Reseat the memory chips.
1
Long, 8 Short Beeps
Display
/ retrace test failed. Reseat the video card.
Phoenix BIOS
Beep Codes
These
audio codes are a little more detailed then the AMI codes. These BIOS
emits three sets of beeps. For example, 1 -pause- 3 -pause 3 -pause. This
is a 1-3-3 combo and each set of beeps is separated by a brief pause.
Listen to this sequence of sounds, count them, and reboot and count again
if you have to.
1-1-3
Your
computer can't read the configuration info stored in the CMOS. Replace
the motherboard.
1-1-4
Your
BIOS needs to be replaced.
1-2-1
You
have a bad timer chip on the motherboard. You need a new
motherboard.
1-2-2
The
motherboard is bad.
1-2-3
The
motherboard is bad.
1-3-1
You'll
need to replace the motherboard.
1-3-3
You'll
need to replace the motherboard.
1-3-4
The
motherboard is bad.
1-4-1
The
motherboard is bad.
1-4-2
Some
of your memory is bad.
2-_-_
Any
combo of beeps after two means that some of your memory is bad, and
unless you want to get real technical, you should probably have the
guys in the lab coats test the memory for you. Take it to the
shop.
3-1-_
One
of the chips on your motherboard is broken. You'll likely need to get
another board.
3-2-4
One
of the chips on your motherboard that checks the keyboard is broken.
You'll likely need to get another board.
3-3-4
Your
computer can't find the video card. Is it there? If so, try swapping it
with another one and see if it works.
3-4-_
Your
video card isn't working. You'll need to replace it.
4-2-1
There's
a bad chip on the motherboard. You need to buy another board.
4-2-2
First
check the keyboard for problems. If nothing, you have a bad motherboard.
4-2-3
Same
as 4-2-2.
4-2-4
One
of the cards is bad. Try yanking out the cards one by one to isolate
the culprit. Replace the bad one. The last possibility is to buy
another motherboard.
4-3-1
Replace
the motherboard.
4-3-2
See
4-3-1
4-3-3
See
4-3-1
4-3-4
Time
of day clock failure. Try running the setup program that comes with the
computer. Check the date and time. If that doesn't work, replace the
battery. If that doesn't work, replace the power supply. You may have
to replace the motherboard, but that is rare.
4-4-1
Your
serial ports are acting up. Reseat, or replace, the I/O card. If the
I/O is on the motherboard itself, disable them with a jumper (consult
your manual to know which one) and then add an I/O card.
4-4-2
See
4-4-1, but this time is your Parallel port that's acting up.
4-4-3
You
math coprocessor is having problems. Run a test program to double-check
it. If it is indeed bad, disable it, or replace it.
Low
1-1-2
Your
motherboard is having problems
Low
1-1-3
This
is an Extended CMOS RAM problem, check your motherboard battery, and
motherboard.